Janji Allah Bagi Orang Yang Akan Menikah

January 19, 2010 by Muhamad Ilyas   Comments (0)

Berikut ini sekelumit apa yang bisa saya hadirkan kepada pembaca agar dapat meredam perasaan negatif dan semoga mendatangkan optimisme dalam mencari teman hidup.
Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses ta’aruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan. Inilah kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudaraku…  
1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26) Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik untuk kita. Amin.
2. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32)
Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”.
Ayat tersebut merupakan jawaban untuk mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah  dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?
3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)
Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.
4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21)
5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdo’a kepada-Ku) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”. (Al Mu’min : 60)
Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dan seterusnya.
Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll.
Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia , pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll. Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dan lain-lain. Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst.
Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam”. (Hadits shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad).
Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35).
Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim).
6. ”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat”. (Al Baqarah : 153) Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan shalat. Tentunya agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga harus shalat sesuai Sunnahnya dan terbebas dari bid’ah-bid’ah.
7. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah : 5 – 6) Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat al- insyirah..
8. “Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad : 7) Agar Allah Tabaraka wa Ta’ala menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian, bedah buku,dll. Dengan itu semoga Allah menolong kita.
9. “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40)
10. “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al Baqarah : 214)
Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar untuk kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim.
Jadi, kenapa ragu dengan janji Allah?
 
http://hasmijaksel.wordpress.com/2010/01/18/janji-allah-bagi-orang-yang-akan-menikah/



5/5 stars (3 votes)

Jauhi Perdukunan

January 19, 2010 by Muhamad Ilyas   Comments (0)

, , , , , , , , , , , , , ,

Termasuk dari aqidah seorang muslim :

Tidak bertawakkal (berserah diri ) kecuali kepada Allah semata.
Tidak menempuh sebab/sarana kecuali yang dibolehkan oleh Allah swt, seperti berobat ke dokter supaya sembuh, berdo’a dan berdzikir supaya mendapat perlindungan. Adapun sarana yang tidak dibolehkan seperti perdukunan dan sihir maka haram hukumnya.
Menjauhkan diri dari semua bentuk kesyirikan dan kekufuran.
Tidak ada yang mengetahui perkara- perkara yang ghaib selain Allah.

Bahaya Perdukunan Dan Sihir
Dukun artinya orang yang mengaku bisa mengetahui tempat barang yang hilang atau dicuri, bisa meramal nasib seseorang, mengetahui kejadian yang telah lewat, dan lain sebagainya.
Tukang sihir artinya orang yang melakukan perbuatan sihir dengan tujuan untuk menceraikan antara suami dan istri, membuat seseorang menjadi sakit atau bahkan mati, membuat seorang wanita jatuh cinta kepada seorang laki-laki atau sebaliknya, mengobati orang yang terkena sihir/teluh, dan lain-lain. 
Termasuk kategori sihir adalah santet, pelet, mahabbah, tenung, ilmu kekebalan tubuh, ilmu gendam, ilmu terawangan, susuk dan lain sebagainya.
Termasuk dalam kategori perdukunan adalah khadam ghaib, mencari wangsit, ramalan bintang, ramalan garis tangan, ramalan jodoh, pengobatan dengan cara-cara yang aneh; seperti: menulis mantra di telur, memindahkan penyakit dari manusia ke hewan, pengobatan jarak jauh (cukup dengan menanyakan nama pasien dan orang tuanya), memberi jimat-jimat atau isim atau rajah, membaca jampi-jampi yang bukan dari ayat-ayat al qur’an atau ayat-ayat al qur’an yang dicampur dengan jampi-jampi asing yang tidak bisa difahami maknanya.
Para dukun dan tukang sihir itu adalah orang-orang kafir, karena beberapa hal:

Mengaku mengetahui perkara-perkara yang ghaib, padahal ilmu tentang yang ghaib itu hanya ada di sisi Allah swt semata.
Praktek-praktek perdukunan dan sihir yang mereka lakukan itu tidak akan berlangsung kecuali dengan meminta bantuan kepada jin, sedangkan berdo’a atau memohon kepada sesuatu yang ghaib selain Allah swt adalah syirik. (Qs. 72:6)
Para dukun dan tukang sihir tersebut biasanya baru dibantu oleh jin dan syetan setelah mereka meluluskan persyaratan yang diminta oleh jin, seperti: membaca mantra-mantra kufur, menyembelih hewan sebagai persembahan,meletakkan al qur’an ditempat yang najis.

Bahaya Mendatangi Dukun

hukumnya haram dan termasuk dosa besar.
Tidak diterima shalatnya selama 40 hari, sebagaimana sabda Rasulallah saw: “Barangsiapa mendatangi ‘arraf (tukang ramal) dan menanyakan sesuatu kepadanya, tidak akan diterima shalatnya selama 40 hari“. (HR. Muslim)
Jika membenarkan atau mempercayai perkataan dukun-dukun tersebut maka ia telah kafir. Sebagaimana sabda Rasulallah saw: “Barangsiapa yang mendatangi kahin (dukun) dan membenarkan apa yang ia katakan, sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad saw“. (HR. Abu Daud).
Rasulullah saw berlepas diri darinya. Sebagaimana sabda Beliau saw: “Bukan dari golongan kami, orang yang menentukan nasib sial dan untung berdasar-kan tanda-tanda benda, burung atau lainnya, yang bertanya dan yang menyampai-kannya, atau bertanya kepada dukun dan yang mendukuninya, atau yang menyihir dan yang meminta sihir untuknya“. (HR. Al Bazzaar, dengan sanad jayyid)

Oleh karena itu haram bagi seorang muslim mendatangi dukun atau tukang sihir meskipun ia sering dijuluki: orang pintar, paranormal, supra natural dan lain sebagainya. Jangan tertipu, meskipun mereka mengaku bahwa ilmunya diambil dari al qur’an atau diwarisi dari para wali. Jangan terkecoh dengan perkataan: “ini semua hanya sebagai syariat sedangkan yang menentukan hasilnya adalah Allah swt semata. Ketahuilah Allah swt tidak menjadikan syariat/sebab pada hal-hal yang diharamkan apalagi berbentuk kesyirikan. Juga jangan tertipu bahwa mereka tidak meminta upah atau imbalan atas jasa mereka. Sesuatu yang syirik tetap syirik baik dengan meminta imbalan jasa atau tidak. Jangan terkecoh dengan istilah pengobatan dengan tenaga dalam murni, tabib, pengobatan alternative dan lain sebagainya, karena pengobatan yang dibenarkan oleh syariat Islam hanya dua macam saja:

Pengobatan secara medis (kedokteran) atau jamu-jamuan yang memang mengandung khasiat obat, seperti: jinten hitam, madu, minyak zaitun dan lain sebagainya.
Ruqyah syar’i yaitu menjampi dengan ayat-ayat al qur’an atau doa-doa yang tidak mengandung kesyirikan dan dengan bahasa Arab.

Wahai kaum muslimin ………
Jangan dekati perdukunan, jangan sampai engkau kafir dengan mempercayai perkataan-perkataan mereka atau menuruti permintaan-permintaan mereka, sebab seorang yang berbuat kekafiran atau kesyirikan dan tidak bertaubat sampai meninggal maka tempatnya adalah di neraka Jahannam selama-lamanya dan itu adalah kerugian dan kehinaan yang besar
 
http://hasmijaksel.wordpress.com/2010/01/04/jauhi-perdukunan/



5/5 stars (2 votes)

IKUTILAH… STADIUM GENERAL – PROGRAM STUDI ISLAM INTENSIF (POSITIF)

October 22, 2009 by Muhamad Ilyas   Comments (0)

, ,

IKUTILAH PAKET PEMBELAJARAN PRAKTIS…
STADIUM GENERAL POSITIF
“PROGRAM STUDI ISLAM INTENSIF”
Peket I Gelombang II
Sebuah program unggulan yang akan membimbing Anda semua menuju jalan Sirotul Mustaqim…
Bagi Anda yang membutuhkan bimbingan hidup menuju jalan yang benar…
Bagi Anda yang dahaga akan ilmu-ilmu syar’i

Tempat:
Gedung Pertemuan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota DEPOK Jln. Nusantara Raya No. 5

Waktu:
Minggu, 25 Oktober 2009 Pukul 07.30 – 11.30 WIB

Fasilitas yang akan Anda Dapatkan:

Tiga (3) buku panduan POSITIF Up to date dan spektakuler
Book note dan Alat Tulis
Snack

 
Kontribusi:
Rp. 50.000,-
 
Dana investasi Anda sepenuhnya akan dipergunakan untuk kegiatan da’wah ilallah…
Ilmu Islam Adalah Cahaya Penerang Jalan Anda…!!!

Pendaftaran:
Ketik: DAFTAR<spasi>Nama<spasi>Alamat Lalu kirim ke No: 0813 1730 6075
Contact Person: 0813 1730 6075 (Fatih)

Acara ini diselenggarakan oleh:
Lembaga Studi Islam (LSI)
 
http://muhamadilyas.wordpress.com/2009/10/14/stadium-general-program-studi-islam-intensif-positif/



0/5 stars (0 votes)